
MEDAN,Kabartoday – OK Zulfani Anhar secara resmi menjabat Ketua Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Koordinator Wilayah Sumatera Utara periode 2026–2030. Pelantikan itu langsung oleh Ketua Umum SNKI sekaligus Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Minggu (8/3/2026).
Penggiat budaya dan juga pemerhati perkerisan OK Zulfani Anhar juga menegaskan komitmennya untuk memajukan SNKI Sumut serta menjadikan keris sebagai simbol identitas dan kebijaksanaan budaya bangsa Indonesia.
“ Pastinya saya mengharapkan sinergi antara tokoh budaya, akademisi, dan masyarakat dalam memajukan SNKI, khususnya merawat tradisi perkerisan di Sumut,” Ucap OK Zulfan yang akrap disapa Masyarakat.
Lanjut OK Zulfani, ia menyadari SNKI memiliki peran penting dan sangat strategis dalam memperkenalkan kembali makna keris kepada generasi muda.dan para tokoh diharapkan dapat memperkuat arah gerakan pelestarian keris di Sumut, baik melalui kajian akademik, penguatan tradisi empu, maupun pengembangan kegiatan budaya di tengah masyarakat.
“ Berbagai kegiatan seperti pameran keris, seminar budaya, diskusi ilmiah hingga program edukasi masyarakat menjadi bagian dari upaya SNKI merawat tradisi perkerisan,” katanya yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Medan.
Sebelumnya, Ketua Umum SNKI Fadli Zon, menegaskan bahwa keris merupakan simbol kebudayaan yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan spiritualitas. Dan Keris bukan sekadar senjata tradisional saja.
“ keris adalah Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity yang telah diakui UNESCO. Di dalam sebilah keris tersimpan nilai filosofi, doa, teknologi metalurgi masa lampau, dan identitas ke-Bhinnekaan kita, melestarikan keris berarti kita sedang merawat memori kolektif bangsa, menjaga adab, dan menghormati para leluhur pencipta peradaban,” Katanya.
Lalu, sambung Menteri Kebudayaan itu, Untuk diketahui, kepengurusan SNKI Korwil Sumatera Utara periode ini juga diperkuat sejumlah tokoh budaya, akademisi, dan pakar perkerisan yang tergabung sebagai sesepuh serta dewan pakar organisasi.
Di antaranya adalah Rudi Oei, Ichwan Azhari, M Muhar Omtatok, Ari Widiyanto, Jimmy Siahaan, dan Wisnu Wijaya, serta sejumlah tokoh penting lainnya. Tutupnya.
Redaksi Kabartodaynews
